Ar Roudloh

  • Zairuurdhoh
  • Ajmal Dikro
  • Ya Ilahi

Ar Roudloh

Ajmalndikro Illahi Zaiur roudloh

Jumat, 07 Maret 2014

INTISARI KITAB TA’LIM MUTA’ALIM

INTISARI KITAB TA’LIM MUTA’ALIM


BAB I
PENGHORMATAN TERHADAP GURU

Adab yang tidak boleh dilakukan terhadap guru  sebagai berikut :
Ø      Tidak berjalan di depan guru.
Ø      Tidak menduduki tempat yang di duduki seorang guru .
Ø      Tidak mendahului bicara di hadapan guru kecuali dengan izinnya.
Ø      Tidak bertanya dengan pertanyaan yang membosankan guru.
Ø      Tidak mengganggu istirahat guru.
Ø      Tidak menyakiti hati guru.
Ø      Jangan duduk terlalu dekat dengan guru.


BAB II
TUNTUNAN PENUNTUT ILMU

Ø      Biasakan bangun malam untuk beribadah.
Ø      Menjaga Wudhunya dengan Istiqomah.
Ø      Belajar atau Berdzikir dipermulaan (antara Magrib dan Isya) dan akhir malam
 (Sahur).
Ø      Perbanyak Puasa Sunnah dan menjalankan Sholat Sunnah.
Ø      Memperbanyak membaca Shalawat atas Nabi Muhammad SAW.
Ø      Menghadap Kiblat ketika Belajar atau Berdzikir.
Ø      Memulai suatu pekerjaan hari Rabu.
Ø      Biasakan bersiwak dan meminum madu.
Ø      Tidak melonjorkan kaki ke depan Kiblat.
Ø      Menghindarkan makan Ketumbar dan Apel Asam.
Ø      Hindarkan untuk melihat salib dan membaca tulisan pada nisan.
Ø      Hindarkan tidur setelah Sholat Shubuh.


BAB III
MENDATANGKAN DAN MENOLAK REZEKI

a). Yang menyebabkan fakir
Tidur diwaktu Shubuh, tidur telanjang lepas pakaian, kencing dengan telanjang bulat, makan dalam keadaan junub, makan dengan berbaring, mengabaikan remukan hidangan sisa makanan, membakar kulit bawang merah dan bawang putih, menyapu rumah dengan kain, menyapu rumah dimalam hari, menyapu sampah tidak langsung dibuang, berjalan di muka orang tua / mendahuluinya, memanggil kedua orang tua hanya dengan menyebut namanya, mencukuti sela – sela gigi dengan benda keras, mencuci tangan dengan tanah dan debu, duduk di atas tangga atau sikai, bersandar pada salah satu kaca – kaca pintu, berwudhu di tempat peristirahatan, menjahit pakaian pada badannya (sedang dipakai), menyapu muka dan keringat dengan gombal (kain majun), tidak mau membersihkan rumah laba – laba di rumah mempermudah  /mempercepat dalam mengerjakan Sholat (tidak mau merendah dan khusu’), segera keluar dari masjid setelah sholat Shubuh, berpagi – pagi benar berangkat ke pasar, menunda – nunda pulang dari pasar, membeli barang atau makanan dari fakir miskin  yang meminta – minta, mendoakan jelek pada anak, tidak mau menutupi bejana, dan memadamkan lampu dengan tiupan napas, menulis dengan pena atau pulpen yang diikat sudah rusak, bersisir dengan sisir yang sudah pecah – pecah, tidak mau mendoakan baik kepada kedua orang tua, memakai surban dengan duduk, memakai celana sambil berdiri, bakhil / pelit,

b). Mempermudah datangnya rezeki
Ø      Mengerjakan Sholat dengan penuh hormat, khusu’ dengan menyempurnakan yang rukun, wajib, sunnah dan disiplin moral (adab) nya.
Ø      Banyak bersedekah.
Ø      Datang ke masjid sebelum adzan.
Ø      Membiasakan bersuci (bila hadats selalu berwudhu)
Ø      Sholat Sunnah sebelum Shubuh, Sholat Witir di rumah..
Ø      Tidak memperbincangkan masalah dunia setelah Sholat Witir.
Ø      Menjauhi banyak duduk – duduk bersama para wanita kecuali ada hajat.



BAB IV.
YANG DAPAT MEYEBABKAN UMUR PANJANG

Ø      Taqwa.
Ø      Hormat kepada orang tua dan tidak menyakitinya.
Ø      Menyambung kekerabatan atau silaturahmi.
Ø      Hendaklah tidak sampai memotong pohon yang masih hidup dan basah kecuali dalam keadaan darurat..
Ø      Menyempurnakan Wudhu.
Ø      Mengerjakan Sholat dengan penuh kehormatan.
Ø      Menunaikan ibadah Haji dan Umrah secara bersama atau Qiran.
Ø      Menjaga kesehatan. 


Karya  SYEKH AL-ZARNUJI
RAHASIA DI BALIK KEWAJIBAN PUASA

        Ada banyak rahasia di balik kewajiban puasa. ALLAH SWT berfirman dalam Al-Qur’an  Surat Al-Baqarah ayat 183,”Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertaqwa”.
        Jadi, puasa adalah jalan menuju ketakwaan kepada ALLAH SWT, dan orang yang berpuasa adalah orang yang terdekat dengan tuhannya. Saat perutnya kosong, hatinya bersih, ketika hatinya merasakan kepuasan, saat rongga perutnya merasakan haus, matanya menangis.
        Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda,”Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu untuk menikah, hendaknya ia menikah. Sebab nikah dapat mengendalikan pandangan mata dan dapat menjaga kesucian faraj. Orang yang tidak mampu, hendaknya ia berpuasa. Sebab puasa baginya menjadi tameng.
        Adapun hikmah-hikmah disyariatkannya puasa antara lain:
  1. Puasa mempersempit aliran makanan dan darah yang notabene merupakan aliran setan, sehingga dengan demikian bisikannya menjadi sedikit.
  2. Puasa melemahkan syahwat, hasrat jahat dan keinginan maksiat sehingga roh menjadi tidak ternoda.
  3. Puasa mengingatkan orang yang berpuasa bahwa di antara saudara-saudaranya yang berpuasa ada yang kelaparan, membutuhkan pertolongan, fakir dan miskin. Ibadah puasa mendidik pelakunya agar ia mau mengasihi, menyayangi dan menolong mereka.
  4. Puasa adalah media pendidikan jiwa, pensucian hati, pengendalian pandangan, dan menjaga anggota tubuh dari dosa.
  5. Puasa adalah rahasia antara hamba dan tuhannya. Dalam sebuah hadist qudsi disebutkan, ALLAH SWT berfirman,”Setiap amal anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Puasa itu adalah untukKu, dan Aku sendiri yang akan membalasnya”.
        Sebab, tidak ada yang mengetahui puasa seseorang kecuali ALLAH SWT. Para salafushshaleh (ulama terkemuka zaman dahulu) mengenal puasa sebagai media pendekatan kepada ALLAH SWT, medan pacu dalam kebaikan, musim berbuat kebaikan. Mereka menangis karena gembira menyambutnya, dan menangis sedih karena berpisah dengannya.
        Mereka mencintai Ramadhan, berusaha keras dalam bulan Ramadhan, mengorbankan diri mereka dalam bulan Ramadhan, menjadikan malam sebagai saat untuk shalat, ruku, sujud, menangis dan khusyu’, sedangkan siang digunakan untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, mengajar, berdakwah, dan memberi nasehat.
  1. Para salaf, berdasarkan riwayat yang shahih, duduk di masjid dengan Al-        Qur’an mereka, membaca dan menagis, menjaga lidah dan mata dari hal-hal haram.
  2. Puasa adalah alat pemersatu kaum muslimin. Mereka berpuasa pada waktu bersamaan. Dan buka pada saat yang sama pula. Merasakan lapar bersama, makan bersama, dengan rukun dan penuh persaudaraan, dengan cinta dan kesetiakawanan.
  3. Puasa adalah penghapus kesalahan dan penyirna kejahatan. Nabi bersabda,”Dari satu jum’at ke jum’at lain, dari satu umrah ke umrah lain, dari satu Ramadhan ke Ramadhan lain adalah kaffarat (penghapusan dosa-dosa) selama bukan termasuk dosa besar”.
  4. Puasa sungguh sehat untuk tubuh, sebab ia mengosongkan perut dari semua materi yang destruktif, mengistirahatkan pencernaan, dan membersihkan darah. Selain itu, menormalkan kerja hati, ruh menjadi cerah, jiwa menjadi bersih, dan akhlak menjadi terbina karenanya.
  5. Bila seseorang berpuasa, maka dirinya terasa kerdil di hadapan ALLAH SWT, hatinya mudah trenyuh, rasa rakusnya menipis, syahwatnya sirna, sehingga dengan demikian doanya dikabulkan karena kedekatannya kepada ALLAH SWT.
  6. Dalam puasa terdapat rahasia agung, yakni ketaatan menyembah ALLAH SWT, patuh atas segala perintah-Nya, tunduk kepada syariah-Nya, meninggalkan hasrat makan, minum dan bersetubuh untuk mencari keridhaan-Nya.
  7. Puasa merupakan kemenangan seorang muslim mengalahkan hawa nafsunya, kemenagan seorang muslim atas dirinya.
  8. Puasa adalah eksperimen luar biasa bagi jiwa agar ia berada pada kondisi siap seratus persen untuk menanggung beban dan menghadapi persoalan, siap menunaikan pekerjaan-pekerjaan penting dan agung seperti jihad fi sabilillah, menginfakkan harta benda di jalan ALLAH SWT dan berkurban.
  KEGIATAN-KEGIATAN YANG DIANJURKAN RASULULLAH PADA BULAN RAMADHAN
   
16.          Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Terkait hal itu, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya agar dapat memanfaatkan momentum Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Ibnu Qayim Al-Jauziyah, seorang ulama salaf yang termasyhur, merangkum anjuran-anjuran Rasulullah SAW sebagai berikut
17.  1.      Memperbanyak ibadah. Jibril mengkaji Al-Qur’an bersama Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW merupakan orang yang sangat dermawan, namun beliau menjadi lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, meningkatkan kebajikan kepada manusia, memperbanyak membaca Al-Qur’an, Shalat, Dzikir dan I’tikaf.
18.  2.      Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersantap sahur. Dalam sebuah hadist dikatakan ,”Bersantap sahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah’ dan dalam hadist yang lain.” perbedaan puasa antara kita dengan yahudi adalah kita bersantap sahur sedangkan mereka tidak”
19.  3.      Dalam beberapa hadist, baik berupa perintah maupun perbuatan Rasulullah SAW sendiri, Beliau menyegerakan berbuka setelah terbenam matahari. Beliau buka puasa dengan kurma dan air, sebab makanan yang cocok untuk perut yang sedang kosong adalah makanan yang manis-manis. Disamping itu, kurma mengandung gizi yang sesuai untuk orang yang berpuasa.
20.  4.      Rasulullah SAW memanfaatkan waktu berbuka untuk berdoa kepada ALLAH SWT , karena pada waktu tersebut doa seorang hamba yang berpuasa tidak akan ditolak. Sabda Rasulullah SAW,”Sesungguhnya orang yang berpuasa pada saat berbuka mempunyai waktu di mana doanya tidak ditolak”.
21.  5.      Bila Rasulullah SAW bepergian pada bulan Ramadhan. Beliau puasa kemudian berbuka, sedangkan para sahabat dipersilahkan memilih puasa atau buka.
22.  6.      Rasulullah SAW menyuruh para sahabat berbuka apabila telah dekat dengan musuh agar mereka mempunyai kekuatan untuk memerangi mereka.
23.  7.      Suatu hari Rasulullah SAW masih dalam keadaan berhadast besar, padahal fajar sudah datang. Beliau kemudian mandi setelah fajar dan berpuasa. Beliau juga mencium sebagian istrinya dan Beliau berpuasa pada bulan Ramadhan. Ciuman orang yang berpuasa terhadap istrinya diserupakan dengan berkumur-kumur.
24.  8.      Orang yang makan dan minum karena lupa tidak batal puasanya. Sesungguhnya ALLAH SWT yang memberi makan dan minum.
25.  9.      Rasulullah beri’tikaf di masjid pada 10 hari akhir Ramadhan. Hatinya Ia himpun dengan ALLAH SWT. Benaknya Ia kosongkan dari segala urusan dunia. Mata hatinya Ia arahkan ke malaikat langit dan bumi. Ia minimalkan bertemu dengan manusia, sehingga urusan keduniaan lebih banyak terputus. Dan Ia memperbanyak permohonan kepada ALLAH SWT.


INTISARI KITAB TA’LIM MUTA’ALIM

INTISARI KITAB TA’LIM MUTA’ALIM


BAB I
PENGHORMATAN TERHADAP GURU

Adab yang tidak boleh dilakukan terhadap guru  sebagai berikut :
Ø      Tidak berjalan di depan guru.
Ø      Tidak menduduki tempat yang di duduki seorang guru .
Ø      Tidak mendahului bicara di hadapan guru kecuali dengan izinnya.
Ø      Tidak bertanya dengan pertanyaan yang membosankan guru.
Ø      Tidak mengganggu istirahat guru.
Ø      Tidak menyakiti hati guru.
Ø      Jangan duduk terlalu dekat dengan guru.


BAB II
TUNTUNAN PENUNTUT ILMU

Ø      Biasakan bangun malam untuk beribadah.
Ø      Menjaga Wudhunya dengan Istiqomah.
Ø      Belajar atau Berdzikir dipermulaan (antara Magrib dan Isya) dan akhir malam
 (Sahur).
Ø      Perbanyak Puasa Sunnah dan menjalankan Sholat Sunnah.
Ø      Memperbanyak membaca Shalawat atas Nabi Muhammad SAW.
Ø      Menghadap Kiblat ketika Belajar atau Berdzikir.
Ø      Memulai suatu pekerjaan hari Rabu.
Ø      Biasakan bersiwak dan meminum madu.
Ø      Tidak melonjorkan kaki ke depan Kiblat.
Ø      Menghindarkan makan Ketumbar dan Apel Asam.
Ø      Hindarkan untuk melihat salib dan membaca tulisan pada nisan.
Ø      Hindarkan tidur setelah Sholat Shubuh.


BAB III
MENDATANGKAN DAN MENOLAK REZEKI

a). Yang menyebabkan fakir
Tidur diwaktu Shubuh, tidur telanjang lepas pakaian, kencing dengan telanjang bulat, makan dalam keadaan junub, makan dengan berbaring, mengabaikan remukan hidangan sisa makanan, membakar kulit bawang merah dan bawang putih, menyapu rumah dengan kain, menyapu rumah dimalam hari, menyapu sampah tidak langsung dibuang, berjalan di muka orang tua / mendahuluinya, memanggil kedua orang tua hanya dengan menyebut namanya, mencukuti sela – sela gigi dengan benda keras, mencuci tangan dengan tanah dan debu, duduk di atas tangga atau sikai, bersandar pada salah satu kaca – kaca pintu, berwudhu di tempat peristirahatan, menjahit pakaian pada badannya (sedang dipakai), menyapu muka dan keringat dengan gombal (kain majun), tidak mau membersihkan rumah laba – laba di rumah mempermudah  /mempercepat dalam mengerjakan Sholat (tidak mau merendah dan khusu’), segera keluar dari masjid setelah sholat Shubuh, berpagi – pagi benar berangkat ke pasar, menunda – nunda pulang dari pasar, membeli barang atau makanan dari fakir miskin  yang meminta – minta, mendoakan jelek pada anak, tidak mau menutupi bejana, dan memadamkan lampu dengan tiupan napas, menulis dengan pena atau pulpen yang diikat sudah rusak, bersisir dengan sisir yang sudah pecah – pecah, tidak mau mendoakan baik kepada kedua orang tua, memakai surban dengan duduk, memakai celana sambil berdiri, bakhil / pelit,

b). Mempermudah datangnya rezeki
Ø      Mengerjakan Sholat dengan penuh hormat, khusu’ dengan menyempurnakan yang rukun, wajib, sunnah dan disiplin moral (adab) nya.
Ø      Banyak bersedekah.
Ø      Datang ke masjid sebelum adzan.
Ø      Membiasakan bersuci (bila hadats selalu berwudhu)
Ø      Sholat Sunnah sebelum Shubuh, Sholat Witir di rumah..
Ø      Tidak memperbincangkan masalah dunia setelah Sholat Witir.
Ø      Menjauhi banyak duduk – duduk bersama para wanita kecuali ada hajat.



BAB IV.
YANG DAPAT MEYEBABKAN UMUR PANJANG

Ø      Taqwa.
Ø      Hormat kepada orang tua dan tidak menyakitinya.
Ø      Menyambung kekerabatan atau silaturahmi.
Ø      Hendaklah tidak sampai memotong pohon yang masih hidup dan basah kecuali dalam keadaan darurat..
Ø      Menyempurnakan Wudhu.
Ø      Mengerjakan Sholat dengan penuh kehormatan.
Ø      Menunaikan ibadah Haji dan Umrah secara bersama atau Qiran.
Ø      Menjaga kesehatan. 


Karya  SYEKH AL-ZARNUJI
RAHASIA DI BALIK KEWAJIBAN PUASA

        Ada banyak rahasia di balik kewajiban puasa. ALLAH SWT berfirman dalam Al-Qur’an  Surat Al-Baqarah ayat 183,”Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu bertaqwa”.
        Jadi, puasa adalah jalan menuju ketakwaan kepada ALLAH SWT, dan orang yang berpuasa adalah orang yang terdekat dengan tuhannya. Saat perutnya kosong, hatinya bersih, ketika hatinya merasakan kepuasan, saat rongga perutnya merasakan haus, matanya menangis.
        Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW bersabda,”Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu untuk menikah, hendaknya ia menikah. Sebab nikah dapat mengendalikan pandangan mata dan dapat menjaga kesucian faraj. Orang yang tidak mampu, hendaknya ia berpuasa. Sebab puasa baginya menjadi tameng.
        Adapun hikmah-hikmah disyariatkannya puasa antara lain:
  1. Puasa mempersempit aliran makanan dan darah yang notabene merupakan aliran setan, sehingga dengan demikian bisikannya menjadi sedikit.
  2. Puasa melemahkan syahwat, hasrat jahat dan keinginan maksiat sehingga roh menjadi tidak ternoda.
  3. Puasa mengingatkan orang yang berpuasa bahwa di antara saudara-saudaranya yang berpuasa ada yang kelaparan, membutuhkan pertolongan, fakir dan miskin. Ibadah puasa mendidik pelakunya agar ia mau mengasihi, menyayangi dan menolong mereka.
  4. Puasa adalah media pendidikan jiwa, pensucian hati, pengendalian pandangan, dan menjaga anggota tubuh dari dosa.
  5. Puasa adalah rahasia antara hamba dan tuhannya. Dalam sebuah hadist qudsi disebutkan, ALLAH SWT berfirman,”Setiap amal anak Adam untuk dirinya, kecuali puasa. Puasa itu adalah untukKu, dan Aku sendiri yang akan membalasnya”.
        Sebab, tidak ada yang mengetahui puasa seseorang kecuali ALLAH SWT. Para salafushshaleh (ulama terkemuka zaman dahulu) mengenal puasa sebagai media pendekatan kepada ALLAH SWT, medan pacu dalam kebaikan, musim berbuat kebaikan. Mereka menangis karena gembira menyambutnya, dan menangis sedih karena berpisah dengannya.
        Mereka mencintai Ramadhan, berusaha keras dalam bulan Ramadhan, mengorbankan diri mereka dalam bulan Ramadhan, menjadikan malam sebagai saat untuk shalat, ruku, sujud, menangis dan khusyu’, sedangkan siang digunakan untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, mengajar, berdakwah, dan memberi nasehat.
  1. Para salaf, berdasarkan riwayat yang shahih, duduk di masjid dengan Al-        Qur’an mereka, membaca dan menagis, menjaga lidah dan mata dari hal-hal haram.
  2. Puasa adalah alat pemersatu kaum muslimin. Mereka berpuasa pada waktu bersamaan. Dan buka pada saat yang sama pula. Merasakan lapar bersama, makan bersama, dengan rukun dan penuh persaudaraan, dengan cinta dan kesetiakawanan.
  3. Puasa adalah penghapus kesalahan dan penyirna kejahatan. Nabi bersabda,”Dari satu jum’at ke jum’at lain, dari satu umrah ke umrah lain, dari satu Ramadhan ke Ramadhan lain adalah kaffarat (penghapusan dosa-dosa) selama bukan termasuk dosa besar”.
  4. Puasa sungguh sehat untuk tubuh, sebab ia mengosongkan perut dari semua materi yang destruktif, mengistirahatkan pencernaan, dan membersihkan darah. Selain itu, menormalkan kerja hati, ruh menjadi cerah, jiwa menjadi bersih, dan akhlak menjadi terbina karenanya.
  5. Bila seseorang berpuasa, maka dirinya terasa kerdil di hadapan ALLAH SWT, hatinya mudah trenyuh, rasa rakusnya menipis, syahwatnya sirna, sehingga dengan demikian doanya dikabulkan karena kedekatannya kepada ALLAH SWT.
  6. Dalam puasa terdapat rahasia agung, yakni ketaatan menyembah ALLAH SWT, patuh atas segala perintah-Nya, tunduk kepada syariah-Nya, meninggalkan hasrat makan, minum dan bersetubuh untuk mencari keridhaan-Nya.
  7. Puasa merupakan kemenangan seorang muslim mengalahkan hawa nafsunya, kemenagan seorang muslim atas dirinya.
  8. Puasa adalah eksperimen luar biasa bagi jiwa agar ia berada pada kondisi siap seratus persen untuk menanggung beban dan menghadapi persoalan, siap menunaikan pekerjaan-pekerjaan penting dan agung seperti jihad fi sabilillah, menginfakkan harta benda di jalan ALLAH SWT dan berkurban.
  KEGIATAN-KEGIATAN YANG DIANJURKAN RASULULLAH PADA BULAN RAMADHAN
   
16.          Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, rahmat, dan ampunan. Terkait hal itu, Rasulullah SAW menganjurkan kepada umatnya agar dapat memanfaatkan momentum Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Ibnu Qayim Al-Jauziyah, seorang ulama salaf yang termasyhur, merangkum anjuran-anjuran Rasulullah SAW sebagai berikut
17.  1.      Memperbanyak ibadah. Jibril mengkaji Al-Qur’an bersama Rasulullah SAW pada bulan Ramadhan. Rasulullah SAW merupakan orang yang sangat dermawan, namun beliau menjadi lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, meningkatkan kebajikan kepada manusia, memperbanyak membaca Al-Qur’an, Shalat, Dzikir dan I’tikaf.
18.  2.      Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk bersantap sahur. Dalam sebuah hadist dikatakan ,”Bersantap sahurlah, sesungguhnya dalam sahur itu terdapat berkah’ dan dalam hadist yang lain.” perbedaan puasa antara kita dengan yahudi adalah kita bersantap sahur sedangkan mereka tidak”
19.  3.      Dalam beberapa hadist, baik berupa perintah maupun perbuatan Rasulullah SAW sendiri, Beliau menyegerakan berbuka setelah terbenam matahari. Beliau buka puasa dengan kurma dan air, sebab makanan yang cocok untuk perut yang sedang kosong adalah makanan yang manis-manis. Disamping itu, kurma mengandung gizi yang sesuai untuk orang yang berpuasa.
20.  4.      Rasulullah SAW memanfaatkan waktu berbuka untuk berdoa kepada ALLAH SWT , karena pada waktu tersebut doa seorang hamba yang berpuasa tidak akan ditolak. Sabda Rasulullah SAW,”Sesungguhnya orang yang berpuasa pada saat berbuka mempunyai waktu di mana doanya tidak ditolak”.
21.  5.      Bila Rasulullah SAW bepergian pada bulan Ramadhan. Beliau puasa kemudian berbuka, sedangkan para sahabat dipersilahkan memilih puasa atau buka.
22.  6.      Rasulullah SAW menyuruh para sahabat berbuka apabila telah dekat dengan musuh agar mereka mempunyai kekuatan untuk memerangi mereka.
23.  7.      Suatu hari Rasulullah SAW masih dalam keadaan berhadast besar, padahal fajar sudah datang. Beliau kemudian mandi setelah fajar dan berpuasa. Beliau juga mencium sebagian istrinya dan Beliau berpuasa pada bulan Ramadhan. Ciuman orang yang berpuasa terhadap istrinya diserupakan dengan berkumur-kumur.
24.  8.      Orang yang makan dan minum karena lupa tidak batal puasanya. Sesungguhnya ALLAH SWT yang memberi makan dan minum.
25.  9.      Rasulullah beri’tikaf di masjid pada 10 hari akhir Ramadhan. Hatinya Ia himpun dengan ALLAH SWT. Benaknya Ia kosongkan dari segala urusan dunia. Mata hatinya Ia arahkan ke malaikat langit dan bumi. Ia minimalkan bertemu dengan manusia, sehingga urusan keduniaan lebih banyak terputus. Dan Ia memperbanyak permohonan kepada ALLAH SWT.


Almuqtasidah Group "Aku Berselimutkan Debu"

 Album Sholawat "Aku berselimutkan Debu" ini dikeluarkan oleh group sholawat Al Muqtashidah. Album ini merupakan album terbaru mer...